ANGKA KEBERHASILAN MEDIASI YANG LUAR BIASA DI PA NEGARA

LUAR BIASA!  

58 % ANGKA KEBERHASILAN MEDIASI DI PA NEGARA TAHUN 2018

Pengadilan Agama Negara Kelas II PTA NTB telah membuktikan diri sebagai pengadilan yang benar-benar konsen dan fokus dalam hal menyelesaikan perkara melalui jalur mediasi, ini terbukti dengan angka keberhasilan yang cukup tinggi dan memuaskan, dari keseluruhan 57 perkara yang dimediasi para mediator Pengadilan Agama Negara telah mencapai keberhasilan 33 perkara, dengan 23 perkara berhasil dengan pencabutan dan 10 perkara berhasil sebagian.

Perkara di mediasi

Berhasil cabut

Berhasil sebagian

Gagal

57

23

10

24

Penyelesaian perkara melalui jalur mediasi sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator telah dijalankan dengan sangat baik, dengan dukungan dan fasilitas kantor yang sangat memadai, pada tahun 2018 sampai pada bulan Nopember perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Negara adalah sejumlah 237 perkara dengan rincian 211 Perkara Gugatan dan 26 Perkara Permohonan dan 57 diantaranya perkara menempuh jalur mediasi.

Prosentase Keberhasil Mediator

No

Mediator

Perkara di Mediasi

Berhasil Cabut

Berhasil Sebagian

Gagal

Prosentase Keberhasilan

1

Abdul Mustopa

22

16

2

4

82 %

2

Wahib Latukaw

12

2

6

4

67 %

3

Sondy Ari Saputra

16

3

2

11

31 %

4

Maya Gunarsih

7

2

0

5

29 %

 

Adapun perkara-perkara yang dimediasi di PA Negara sepanjang tahun 2018 sampai pada bulan Nopember adalah :

  1. Perkara Gugatan Waris
  2. Perkara Poligami
  3. Perkara Hadhanah
  4. Perkara Harta Bersama
  5. Perkara Perceraian

Perkara yang dimediasi tersebut diantaranya telah berhasil dengan kategori sebagaimana berikut ini :

  1. Perkara Berhasil di cabut
  2. Perkara Berhasil dengan Akta Perdamaian
  3. Perkara Berhasil sebagian

Adapun Rincian Laporan Mediator PA Negara 2018, sebagaimana berikut ini :

NONAMA MEDIATORNOMOR PERKARALAPORAN

MEDIASI

BERHASIL

SEBAGIAN

BERHASILGAGAL
1SONDY ARI SAPUTRA,S.HI0194/Pdt.G/2017/PA.Ngr02/01/2018SEBAGIAN
20200/Pdt.G/2017/PA.Ngr16/01/2018SEBAGIAN
30014/Pdt.G/2018/PA.Ngr06/03/2018GAGAL
40026/Pdt.G/2018/PA.Ngr27/02/2018BERHASIL
50032/Pdt.G/2018/PA.Ngr26/02/2018BERHASIL
60031/Pdt.G/2018/PA.Ngr13/03/2018GAGAL
70073/Pdt.G/2018/PA.Ngr15/05/2018GAGAL
80021/Pdt.G/2018/PA.Ngr23/07/2018GAGAL
90111/Pdt.G/2018/PA.Ngr14/08/2018GAGAL
100116/Pdt.G/2018/PA.Ngr13/08/2018GAGAL
110135/Pdt.G/2018/PA.Ngr12/09/2018GAGAL
120151/Pdt.G/2018/PA.Ngr02/10/2018GAGAL
130141/Pdt.G/2018/PA.Ngr02/10/2018GAGAL
140154/Pdt.G/2018/PA.Ngr08/10/2018GAGAL
150178/Pdt.G/2018/PA.Ngr29/10/2018GAGAL
160199/Pdt.G/2018.PA.Ngr26/11/2018BERHASIL
1MAYA GUNARSIH,S.HI0012/Pdt.G/2018/PA.Ngr25/01/2018GAGAL
20040/Pdt.G/2018/PA.Ngr11/04/2018GAGAL
30028/Pdt.G/2018/PA.Ngr09/04/2018BERHASIL
40058/Pdt.G/2018/PA.Ngr12/04/2018BERHASIL
50060/Pdt.G/2018/PA.Ngr26/04/2018GAGAL
60093/Pdt.G/2018/PA.Ngr07/06/2018GAGAL
70110/Pdt.G/2018/PA.Ngr20/08/2018GAGAL
1WAHIB LATUKAU,S.HI0010/Pdt.G/2018/PA.Ngr24/01/2018SEBAGIAN
20209/Pdt.G/2017/PA.Ngr17/01/2018BERHASIL
3 0216/Pdt.G/2017/PA.Ngr17/01/2018GAGAL
4 0024/Pdt.G/2018/PA.Ngr13/02/2018BERHASIL
50045/Pdt.G/2018/PA.Ngr24/05/2018SEBAGIAN
60063/Pdt.G/2018/PA.Ngr05/06/2018GAGAL
70081/Pdt.G/2018/PA.Ngr04/07/2018GAGAL
80153/Pdt.G/2018/PA.Ngr21/09/2018SEBAGIAN
90149/Pdt.G/2018/PA.Ngr10/10/2018GAGAL
100133/Pdt.G/2018/PA.Ngr25/10/2018SEBAGIAN
110144/Pdt.G/2018/PA.Ngr31/10/2018SEBAGIAN
120195/Pdt.G/2018/PA.NgrSEBAGIAN
1ABDUL MUSTOPA,S.HI., MH007/Pdt.G/2018/PA.Ngr18/01/2018GAGAL
20214/Pdt.G/2017/PA.Ngr22/01/2018GAGAL
30003/Pdt.G/2018/PA.Ngr05/02/2018GAGAL
40193/Pdt.G/2017/PA.Ngr12/02/2018SEBAGIAN
50011/Pdt.G/2018/PA.Ngr28/03/2018BERHASIL
60022/Pdt.G/2018/PA.Ngr25/04/2018BERHASIL
70030/Pdt.G/2018/PA.Ngr01/03/2018BERHASIL
80018/Pdt.G/2018/PA.Ngr20/03/2018BERHASIL
9 0035/Pdt.G/2018/PA.Ngr20/03/2018BERHASIL
100039/Pdt.G/2018/PA.Ngr20/03/2018BERHASIL
11 0070/Pdt.G/2018/PA.Ngr09/05/2018BERHASIL
120057/Pdt.G/2018/PA.Ngr15/05/2018GAGAL
130098/Pdt.G/2018/PA.Ngr06/07/2018BERHASIL
140074/Pdt.G/2018/PA.Ngr16/05/2018BERHASIL
150131/Pdt.G/2017/PA.Ngr06/03/2018BERHASIL
160103/Pdt.G/2018/PA.Ngr18/07/2018BERHASIL
170151/Pdt.G/2018/PA.Ngr29/10/2018BERHASIL
180157/Pdt.G/2018/PA.Ngr15/10/2018SEBAGIAN
190166/Pdt.G/2018/PA.Ngr01/10/2018BERHASIL
200191/Pdt.G/2018/PA.Ngr30/10/2018BERHASIL
210197/Pdt.G/2018/PA.Ngr03/12/2018BERHASIL
220185/Pdt.G/2018/PA.Ngr12/11/2018BERHASIL

Sebagaimana tabel laporan mediasi di atas dapatlah di tarik kesimpulan bahwa angka keberhasilan mediasi yang sangat luar biasa telah dilakukan oleh Pengadilan Agama Negara Kelas II PTA NTB pada tahun 2018 ini.

  • Perkara di mediasi sejumlah                            57 perkara
  • Pekara berhasil di mediasi sejumlah                33 perkara
  • Prosentase keberhasilan mediasi adalah          58 %

Namun sangat disayangkan keberhasilan para mediator tersebut tidak sebanding dengan sertifikat yang dimiliki oleh para mediator, hal itu terjadi karena mediator yang bersertifikat baru satu orang saja, sedangkan selebihnya belum bersertifika bisa jadi hal ini juga yang menyebabkan presentasi keberhasilan mediator bersertifikat lebih besar dibandingkan dengan mediator yang belum bersertifikat.

Keberhasilan Mediasi ini patutlah dijadikan contoh oleh Pengadilan lainnya dibawah naungan Mahkamah Agung RI, dengan keseriusan maka mediasi dapat dijalankan dengan baik dan dengan angka keberhasilan yang luar biasa. Ini tidak membuktikan bahwa PA Negara adalah yang terbaik namun membuktikan bahwa PA Negara telah berjuang keras dan berupaya bersungguh-sungguh menjalankan Perma No 1 Tahun 2016.

 

Admin

 

TURUT BERDUKA ATAS MUSIBAH TRAGEDI JATUHNYA PESAWAT LION AIR JT-610

Negara, 31 Oktober 2018

Kami Keluarga besar Pengadilan Agama Negara, mengucapkan

” TURUT BERDUKA ATAS MUSIBAH TRAGEDI JATUHNYA PESAWAT LION AIR JT-610 ” 

 

Mahkamah Agung (MA) memastikan ada empat orang hakim menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Sebelumnya dikabarkan ada tiga hakim yang menjadi korban pesawat jatuh tersebut.

“Untuk sementara informasi yang kami peroleh ada empat aparatur pengadilan di pesawat, yaitu tiga orang hakim pengadilan tinggi dan satu orang hakim tingkat pertama,”

Keempat hakim itu yakni hakim Pengadilan Tinggi Bangka Belitung Rijal Mahdi, Hasnawati, Kartika Ayuningtyas Upiek, dan hakim Pengadilan Negeri Koba Ikhsan Riyadi.

keempat korban itu rencananya kembali menjalankan tugas sebagai hakim di Pangkal Pinang. Para hakim yang ditugaskan di luar kota, memang kerap pulang ke Jakarta pada hari libur.

Dari informasi yang kami peroleh, Ikhsan merupakan hakim yang baru saja dimutasi dari PN Marabahan, Kalimantan Selatan ke PN Koba di Bangka Belitung.

PN Koba termasuk salah satu dari 85 pengadilan tingkat pertama yang baru diresmikan oleh MA beberapa waktu lalu. Keberangkatan Ikhsan ke Pangkal Pinang,  bertujuan melaporkan kepindahannya ke PN Koba.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 milik Lion Air dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pada Senin (29/10) pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkalpinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak.

Pesawat sempat meminta kembali ke landasan sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.

Upacara Hari Sumpah Pemuda

Negara, 29 Oktober 2018

Menindaklanjuti Surat dari Sekma Nomor : 1325/SEK/HM.01.2/10/2018 Tertanggal 25 Oktober 2018, Pengadilan Agama Negara Mengadakan Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 90, Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Negara, Ibu Hadrawati, S.Ag,. M.HI selaku Inspektur Upacara.

Dalam kata sambutan beliau, yang mengambil tema ” BANGUN PEMUDA SATUKAN INDONESIA “  kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini. Komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia.

  • Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
  • Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  • Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

  

KETUA MAHKAMAH AGUNG RESMIKAN 85 PENGADILAN BARU DI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD

Dalam rangka mendekatkan pelayanan pengadilan kepada masyarakat pencari keadilan (Access to Justice), Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. M. Hatta Ali,. S.H., M.H meresmikan operasionalisasi 85 (delapan puluh lima) Pengadilan baru di seluruh Indonesia, pada Hari Senin tanggal 22 Oktober 2018 di Melounguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. 85 (delapan puluh lima) pengadilan baru tersebut terdiri dari 3 (tiga) badan peradilan yaitu 30 (tiga puluh) Pengadilan Negeri, 50 (lima puluh) Pengadilan Agama dan 3 (tiga) Mahkamah Syar’iyah serta 2 (dua) Pengadilan Tata Usaha Negara. Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama yang baru dibentuk tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan berada di ibukota kabupaten dan Kotamadya, sementara Pengadilan Tata usaha Negara berada di Ibukota Propinsi.

Dibentuknya pengadilan baru, daerah-daerah yang awalnya secara geografis berada sangat jauh dari kantor pengadilan karena berada di wilayah ibukota kabupaten yang dimekarkan sehingga menyulitkan masyarakat pencari keadilan, saat ini sudah tidak lagi menjadi kendala utama. Selain itu, masyarakat tidak lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk menuju ke pengadilan karena waktu tempuh menjadi relatif singkat.

Pemilihan Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai lokasi peresmian pengadilan baru merupakan bentuk perhatian dan apresiasi pimpinan Mahkamah Agung terhadap Pengadilan-pengadilan yang berada di wilayah pelosok dan pulau terluar di Indonesia. Kabupaten Kepulauan Talaud terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi dan wilayah paling utara di Indonesia timur serta berbatasan langsung dengan daerah Davao del Sur, Filipina. Selain dihadiri Ketua Mahkamah Agung RI, acara peresmian tersebut dihadiri oleh beberapa orang hakim agung, Sekretaris Mahkamah Aauna dan Peiabat Eselon Satu di linakunaan Mahkamah

Sesuai arahan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung dalam berbagai kesempatan, peresmian 85 (delapan Puluh lima) Pengadilan baru merupakan langkah strategis sekaligus bentuk perhatian dari pemerintah (eksekutif) dan Mahkamah Agung (yudikatif) dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun dengan segala keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu seluruh Pengadilan yang baru dibentuk harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di daerah, sembari Mahkamah Agung terus berupaya untuk mengajukan anggaran untuk membangun kantor pengadilan secara bertahap.

Demikian siaran pers ini dibuat untuk dimaklumi bersama dan atas kerjasamanya diucapkan terimakasih

Jakarta, 18 Oktober 2018

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI

Dr. Abdullah,. S.H., M.S.

Pembinaan Hakim dan Pegawai Oleh Ketua PA Negara

Negara, 9 Oktober 2018

Setelah Resmi dilantik pada tanggal 20 September 2018, Ibu Hadrawati,S.Ag.,M.HI sebagai Ketua Pengadilan Agama Negara, mulai mengumpulkan seluruh personil, baik Hakim, pegawai, staf dan tenaga honorer yang ada dilingkungan Pengadilan Agama Negara. Tujuan beliau mengumpulkan seluruh personil tiada lain untuk mulai memperkenalkan diri agar lebih dekat dengan segenap jajaran dibawahnya dan juga melakukan pembinaan terhadap para Hakim,Panitera,Sekretaris dan seluruh pegawai yang ada dilingkungan Pengadilan Agama Negara.

 

dengan membacakan isi Maklumat Ketua Mahkamah Agung RI No. 1 Tahun 2017, tentang pengawasan dan pembinaan Hakim dan aparatur Mahkamah Agung dan badan peradilan yang ada di bawahnya.

Bahwa dalam upaya menyikapi berbagai kejadian yang mencoreng wibawa Mahkamah  Agung dan Badan Peradilan, dengan ini Ketua Mahkamah Agung menegaskan kembali dan rnemerintahkan  kepada para Pimpinan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya secara berjenjang:

  1. Meningkatkan efektivitas pencegahan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas  atau  pelanggaran perilaku Hakim, Aparatur Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di  bawahnya dengan melakukan pengawasan dan pembinaan baik di  dalam maupun di luar kedinasan secara berkala dan berkesinambungan;
  2. Memastikan tidak ada lagi Hakim dan Aparatur yang dipimpinnya melakukan perbuatan yang merendahkan wibawa, kehormatan  dan martabat Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya;
  3. Memahami dan memastikan terlaksananya kebijakan Mahkamah   Agung khususnya di bidang   pengawasan  dan pembinaan di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya antara lain :

Peraturan Mahkamah ‘Agung  Nomor  7  Tahun  2016 tentang Penegakan  Disiplin  Kerja  Hakim  pada  Mahkamah  Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya;

  1. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 8  Tahun 2016 tentang Pengawasan  dan Pembinaan  Atasan  Langsung   di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya;
  2. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan  (whistleblowing  system) di Mahkamah Agung dan  Badan  Peradilan yang berada  di bawahnya;
  3. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 071 /KMA/SK/V/2008 tentang Ketentuan Penegakan Disiplin Kerja dalam Pelaksaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya sebagaimana telah diubah dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor : 069/KMA/SK/V/2009  tentang Perubahan Pertama atas Keputusan Ketua Mahkamah Agung  RI  Nomor  71/KMA /SK/V/2008  tentang Ketentuan Penegakan Disiplin Kerja Dalam Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya;
  4. Keputusan Bersama Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial Nomor  047 /KMA/SKB/IV/2009 dan Nomor 02/SKB/ P.KY/IV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim;
  5. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 122/KMA/ SK/VII/2013   tentang  Kode  Etik   dan   Pedoman   Perilaku Panitera dan Jurusita;
  6. Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 008-A/ SEK/SK/I/2012   tentang  Aturan   Perilaku  Pegawai Mahkamah Agung Republik Indonesia
  7. Putusan Mahkamah Agung Nomor 36 P/HUM/2011  tanggal 9 Februari 2012.

Mahkamah Agung akan memberhentikan Pimpinan Mahkamah Agung atau Pimpinan Badan Peradilan di bawahnya  secara berjenjang dari jabatannya selaku atasan langsung, apabila ditemukan bukti bahwa proses pengawasan dan pembinaan oleh pimpinan tersebut tidak dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan. Selain itu Mahkamah Agung juga tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Hakim maupun Aparatur Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya yang diduga melakukan tindak pidana dan diproses di pengadilan;

 

Pelantikan Ketua Yang Baru

Negara, 21 September 2018

Setelah Acara resmi pelepasan pengantar Alih tugas, dari Ketua Pengadilan Agama Negara yang lama Drs. Mokh Akhmad SH.,MHES.  Pada tanggal 17 September 2018, yang dilaksanakan di kantor Pengadilan Agama Negara yang mana acara tersebut dihadiri Oleh  segenap Hakim, Panitera ,Sekretaris dan segenap Pegawai maupun tenaga honorer yang ada di Pengadilan Agama Negara.

kini untuk pertama kalinya, Pengadilan Agama Negara mempunyai sosok Pemimpin/Ketua seorang Wanita. tepat pada tanggal 20 September 2018 bertempat di Hotel Harris Denpasar beliau dilantik dan diambil Sumpah Jabatan bersama para Ketua Pengadilan Agama yang baru sewilayah.

Ibu Hadrawati,S.Ag.,M.HI, beliau adalah sosok seorang Wanita yang tangguh dan memiliki Kedisiplinan yang sudah tidak diragukan lagi. berbekal pengalaman terakhir sebagai seorang Wakil ketua  di Pengadilan Agama Bulukumba, kini beliau resmi memimpin Pengadilan Agama Negara. Wanita kelahiran Labakang 31 Januari 1973 yang sudah memiliki 3 orang Putra dan Putri dikenal sangat cerdas dan enerjik. Semoga dengan kehadiran beliau sebagai seorang pemimpin yang baru di Pengadilan Agama Negara makin membuat suasana kantor jadi lebih baik.

Selamat bertugas ya Ibu Ketua..

 

1 2 3