Komisi Yudisial Republik Indonesia melaksanakan pemantapan Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim pada tanggal 30 Juli 2018 sampai dengan tanggal 4 Agustus 2018 di Hotel Jayakarta Lombok Nusa Tenggara Barat, pemantapan ini dikhususkan untuk Hakim yang memiliki masa jabatan 0-8 tahun dari semua lingkungan peradilan yang berada di bawah naungan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

PA Negara juga telah mengutus sesorang Hakim yang bernama Abdul Mustopa, SHI., MH sesuai surat panggilan dari Komisi Yudisial Republik Indonesia. Dari pemantapan tersebut Hakim PA Negara tersebut dinobatkan sebagai peserta terbaik selama pelaksanaan kegiatan tersebut, yang mana penilaian Komisi Yudisial untuk menetapkan sebagai peserta terbaik melalui penilaian yang ketat diantaranya adalah Kedisiplinan Peserta, Kemampuan, Keaktifan dan keikutsertaan dalam diskusi, Nilai Catatan buku Harian, Kepimpinan, Problem Solving, Pemahaman dan pemantapan materi Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim.

Tidak berhenti disitu Hakim juga suami dari Nur Amalia dan ayah dari 3 anak tersebut juga telah mendapatkan 2 penghargaan lainnya yaitu terbaik ketiga dalam catatan buku harian dan Penghargaan sebagai Kelompok dengan penampilan terbaik. Dengan serentetan prestasi beliau tersebut maka KY menobatkan beliau sebagai Peserta Terbaik Pemantapan Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim Komisi Yudisial 2018.

Warga Peradilan Agama pada umumnya dan warga Pengadilan Agama Negara khususnya patut berbahagia dan berbangga atas prestasi tersebut serta memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi tingginya atas torehan prestasi yang diraih oleh Bapak Abdul Mustopa, SHI., MH tersebut.
adapun prestasi tersebut antara lain :

  1. Peserta Terbaik Pemantapan Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim
  2. Terbaik ke-3 Nilai Catatan Buku Harian
  3. Kelompok dengan Penampilan Terbaik

Penerima Penghargaan Peserta terbaik 1 sampai 3

Terbaik ke 3 Catatan Buku Harian Komisi Yusidial

Kelompok dengan Penampilan Terbaik

Sebagai penghargaan terhadap peserta terbaik, Komisi Yudisial akan memberangkatkan Hakim PA Negara tersebut ke Negara Turki di tahun depan untuk mengikuti Pemantapan Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim yang diselenggarakan oleh Komisi Yudisial Republik Indonesia dengan bekerjasama dengan Komisi Yudisial Negara Turki.

Keberhasilan ini tentunya membawa dampak yang positif kepada Hakim dan Pegawai Pengadilan Agama Negara untuk selalu termotivasi dan bersemangat dalam meraih prestasinya, baik prestasi dalam pekerjaan dikantor atau prestasi lainnya.

HAKIM PA NEGARA DINOBATKAN SEBAGAI PESERTA TERBAIK PADA PEMANTAPAN KODE ETIK DAN PEDOMAN PRILAKU HAKIM 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *