TURUT BERDUKA ATAS MUSIBAH TRAGEDI JATUHNYA PESAWAT LION AIR JT-610

Negara, 31 Oktober 2018

Kami Keluarga besar Pengadilan Agama Negara, mengucapkan

” TURUT BERDUKA ATAS MUSIBAH TRAGEDI JATUHNYA PESAWAT LION AIR JT-610 ” 

 

Mahkamah Agung (MA) memastikan ada empat orang hakim menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Sebelumnya dikabarkan ada tiga hakim yang menjadi korban pesawat jatuh tersebut.

“Untuk sementara informasi yang kami peroleh ada empat aparatur pengadilan di pesawat, yaitu tiga orang hakim pengadilan tinggi dan satu orang hakim tingkat pertama,”

Keempat hakim itu yakni hakim Pengadilan Tinggi Bangka Belitung Rijal Mahdi, Hasnawati, Kartika Ayuningtyas Upiek, dan hakim Pengadilan Negeri Koba Ikhsan Riyadi.

keempat korban itu rencananya kembali menjalankan tugas sebagai hakim di Pangkal Pinang. Para hakim yang ditugaskan di luar kota, memang kerap pulang ke Jakarta pada hari libur.

Dari informasi yang kami peroleh, Ikhsan merupakan hakim yang baru saja dimutasi dari PN Marabahan, Kalimantan Selatan ke PN Koba di Bangka Belitung.

PN Koba termasuk salah satu dari 85 pengadilan tingkat pertama yang baru diresmikan oleh MA beberapa waktu lalu. Keberangkatan Ikhsan ke Pangkal Pinang,  bertujuan melaporkan kepindahannya ke PN Koba.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 milik Lion Air dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pada Senin (29/10) pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkalpinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak.

Pesawat sempat meminta kembali ke landasan sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.