Seputar Peradilan

NEGARA – Pengadilan Agama (PA) Negara sukses menorehkan pencapaian gemilang pada Triwulan II Tahun 2026. Berbagai penghargaan dan prestasi berhasil diborong oleh satuan kerja ini. Keberhasilan masif ini merupakan implikasi nyata dari komitmen kuat seluruh jajaran dalam mengejar predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan membangun Zona Integritas (ZI).
Kehadiran jajaran pimpinan PA Negara pada tanggal 02 Juli 2026 dalam acara penyerahan penghargaan di Aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bali menjadi bukti nyata dari keberhasilan tersebut. Prestasi membanggakan pada Triwulan II ini diterima langsung oleh delegasi resmi PA Negara, yaitu Ketua PA Negara Bapak Nengah Ahmad Nurkhalis, S.E.I., Panitera Bapak Sholihuddin, S.H., serta Sekretaris Bapak Adi Jumardiansyah, A.Md., S.Sos.
Beberapa kategori penghargaan yang diperlombakan diserahkan secara langsung oleh Ketua PTA Bali, Bapak Dr. Drs. H. Syuhadak, SH., M.H, kepada para pimpinan PA Negara. Momentum ini tidak hanya menjadi simbol apresiasi atas kerja keras seluruh aparatur, tetapi juga menegaskan posisi PA Negara sebagai salah satu satuan kerja yang unggul dan progresif di wilayah hukum PTA Bali. Dengan perbaikan manajemen internal dan integritas yang kian kokoh, PA Negara optimis dapat terus mempertahankan tren positif ini sekaligus mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dalam waktu dekat.
Akselerasi Kinerja dan Inovasi Pelayanan
Semangat kedisiplinan dan keterbukaan dalam pembangunan Zona Integritas mengakar kuat di PA Negara. Hal ini mendorong terjadinya akselerasi kinerja yang signifikan di berbagai bidang.
Beberapa indikator keberhasilan utama pada Triwulan II ini meliputi:
- Nilai SIPP Maksimal: Kecepatan dan ketepatan penyelesaian perkara meningkat drastis.
- Kinerja Anggaran Optimal: Penyerapan anggaran DIPA terlaksana dengan akuntabel dan transparan.
- Kualitas Pelayanan Publik: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menyentuh angka kepuasan tertinggi.
- Inovasi Digital Berkelanjutan: Aplikasi layanan mandiri berhasil memangkas birokrasi bagi masyarakat.
Buah Manis Komitmen WBK
Ketua PA Negara menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar pajangan. Penghargaan ini menjadi bukti otentik bahwa perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) di lingkungan peradilan telah berjalan optimal. Mengejar predikat WBK bukan lagi formalitas di atas kertas, melainkan motor penggerak utama dalam menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan.